Ibu Apt. Wahyu Margi, M. Farm melaksanakan Sosialisasi Pengolahan MPASI Sehat Cegah Stunting dari Tulang Ikan Patin dan Implementasi PosyanduQ Cegah Stunting pada Kader Posyandu dan Masyarakat Desa Pulau Gadang Kec. XIII Koto Kampar
JADWAL UAS Semester Ganjil 2022/2023
Bersempena Milad FFIK, Fak. Farmasi Univrab mengadakan Bakti Sosial ke Kec. Teluk Meranti, Kab. Pelalawan
HIMAFARSI melaksanakan Kegiatan Sosialisasi PKM (Program Kreativitas Mahasiswa)
D3 Anafarma melaksanakan Angkat Sumpah Prodi D3 Anafarma 2022
Ikhwanul Khairi berhasil meraih Juara 2 Poster Terbaik Nasional yang ditaja oleh Universitas Jambi
Dr. Apt. Muslim Suardi, M.Si menjadi Narasumber dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Workshop Kefarmasian PAFI Sawahlunto 2022
Farmasi Univrab kembali Mengadakan Kuliah Umum mengenai GMP dan Pengawasan Industri Obat
Mahasiswa Farmasi mengikuti Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah dengan Pemateri dari UTHM Malaysia
HIMAFARSI  menghadiri Acara Temu Ramah Fakultas Kesehatan Se-Riau

Dr. Apt. Muslim Suardi, M.Si menjadi Invited Speakers dalam International Conference on Contemporary Science and Clinical Pharmacy 2022

Kamis, 27 Oktober 2022, Bapak Dr. apt. Muslim Suardi, M.Si menjadi Invited Speaker dalam International Conference on Contemporary Science and Clinical Pharmacy (ICCSCP) 2022 yang diadakan oleh Fakultas Farmasi Universitas Andalas Padang, dengan Tema “Drug Innovations and Therapy Management Development in Global Health”. ICCSCP 2022 didedikasikan untuk anggota Fakultas Farmasi Universitas Andalas yang pensiun pada tahun 2021 yaitu Bapak Dr. apt. Muslim Suardi, M.Si.

Kegiatan ini berlangsung dari Rabu-Kamis, 26-27 Oktober 2022, yang dihadiri oleh 92 Speakers dan diikuti oleh 700 peserta internasional. Berawal dari Pandemi COVID-19 memberi kita pelajaran berharga. Kolaborasi antara peneliti, industri, dan pemerintah menghasilkan terobosan yang membawa kita ke dunia pascapandemi. Namun, tantangan Kesehatan masih bermunculan. Peran farmasi dalam ilmu pengetahuan, pendidikan, dan praktek sangat penting. Penelitian diperlukan untuk mencari perawatan baru yang lebih baik, lebih personal, dan lebih efisien. Institusi pendidikan tinggi bertanggung jawab untuk menghasilkan tenaga kerja farmasi masa depan untuk memberikan layanan kefarmasian kepada masyarakat. Di sisi lain, pemerintah memegang kunci untuk meningkatkan pelayanan kesehatan nasional, pengobatan akses, dan penggunaan obat melalui kebijakan dan peraturan. Relevan dengan situasi ini, konferensi akan membahas inovasi obat dan manajemen terapi perkembangan kesehatan global dari bidang farmasi dan ilmu kesehatan.

Pembicara pada konferensi ini adalah ahli farmasi, ilmu kefarmasian, dan ilmu kesehatan dari dalam dan luar negeri. Dengan menghadirkan keynote speaker dan mengundang pembicara dari Amerika Serikat, Belanda, Iran, Afrika Selatan, Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Para pembicara akan membagikan penelitian dalam topik terbaru tentang Regulasi Farmasi, Produk Alami, Farmakologi, Farmasi, Farmakoekonomi, Farmasi Klinik, juga Pendidikan dan Tenaga Kerja Farmasi.

Dalam hal ini, Bapak Dr. apt. Muslim Suardi, M.Si menyampaikan materi mengenai “The Implementation of Pharmaceutical Technology in Several Fields: Formulation of Urea Molding Bracket”

Prof. Dr. Yuliandri, SH, MH (Rektor Universitas Andalas) mengatakan, “Dunia pasca pandemi masih menghadapi tantangan kesehatan. Penyakit menular baru, meningkatnya kebutuhan baru obat-obatan, serta kekurangan tenaga kesehatan merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia yang berdampak signifikan kehidupan kita sehari-hari. Untuk mengatasi masalah tersebut, peran ilmu pengetahuan dan kesehatan, termasuk farmasi, sangat penting. Peneliti farmasi terlibat dalam menemukan pengobatan baru, pengembangan vaksin, dan optimal obat yang digunakan di fasilitas kesehatan. Selain itu, lembaga regulasi farmasi juga berperan peran penting dalam keamanan, kemanjuran, dan kualitas obat. Saya berharap acara ini akan mengarah pada kolaborasi yang lebih kuat di masa depan”.

Bapak Dr. apt. Muslim Suardi, M.Si menjelaskan, “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan publikasi artikel ilmiah dosen di Jurnal Internasional bereputasi. Kegiatan berlangsung dengan pemberian materi terkait penulisan artikel di jurnal Internasional oleh 7 orang narasumber yang berasal dari Universitas ternama di Indonesia yaitu Universitas Hasanuddin, Universitas Andalas, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Udayana, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor. Selama kegiatan, peserta diberikan materi terkait tata cara penulisan artikel yang dapat diterima dan dipublished di jurnal internasional bereputasi. Selain itu, juga diadakan Focus Group Discussion (FD) antara peserta dengan mentor terkait revisi dan perbaikan artikel ilmiah mereka”.

Leave a Reply

Your email address will not be published.