Ibu Apt. Wahyu Margi, M. Farm melaksanakan Sosialisasi Pengolahan MPASI Sehat Cegah Stunting dari Tulang Ikan Patin dan Implementasi PosyanduQ Cegah Stunting pada Kader Posyandu dan Masyarakat Desa Pulau Gadang Kec. XIII Koto Kampar
JADWAL UAS Semester Ganjil 2022/2023
Bersempena Milad FFIK, Fak. Farmasi Univrab mengadakan Bakti Sosial ke Kec. Teluk Meranti, Kab. Pelalawan
HIMAFARSI melaksanakan Kegiatan Sosialisasi PKM (Program Kreativitas Mahasiswa)
D3 Anafarma melaksanakan Angkat Sumpah Prodi D3 Anafarma 2022
Ikhwanul Khairi berhasil meraih Juara 2 Poster Terbaik Nasional yang ditaja oleh Universitas Jambi
Dr. Apt. Muslim Suardi, M.Si menjadi Narasumber dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Workshop Kefarmasian PAFI Sawahlunto 2022
Farmasi Univrab kembali Mengadakan Kuliah Umum mengenai GMP dan Pengawasan Industri Obat
Mahasiswa Farmasi mengikuti Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah dengan Pemateri dari UTHM Malaysia
HIMAFARSI  menghadiri Acara Temu Ramah Fakultas Kesehatan Se-Riau

Mengapa Kuliah di Farmasi ?

Memasuki era digital saat ini tentunya persaingan kerja bakal semakin tinggi. Dari mulai masyarakat yang makin sadar soal pentingnya pendidikan, sampai banyak para pencari kerja yang siap bersaing di era Industri 4.0 sekarang. Salah satu prospek kerja di Indonesia yang cukup banyak pesaingnya adalah prospek kerja farmasi . Sebelum kita membahas lebih detail mengenai prospek kerja farmasi, kita cari tau dulu yuk apa aja sih yang dipelajari di jurusan farmasi nanti di perkuliahan? Pastinya disini kamu akan belajar, mencampur, meracik, melakukan formulasi, mengidentifikasi, mengkombinasi, menganalisis, dan menciptakan obat yang memenuhi standar kualitas dan kelayakan. Tidak hanya meracik, kamu juga harus mengetahui bagaimana penggunaan obat-obatan tersebut secara aman.

Lulusan Farmasi tidak melulu menjadi Apoteker dan berada di apotek, tapi juga dibutuhkan oleh rumah sakit, laboratorium, dan klinik. Lulusan Farmasi juga dibutuhkan di berbagai lembaga penelitian baik milik swasta maupun pemerintah seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan lain-lain. Di sektor industri obat, makanan, dan kosmetik, lulusan Farmasi juga dapat berkarir sebagai peracik dan pengembang obat-obatan, konsultan, dan manajemen mutu.Selain itu juga bisa sebagai apoteker penanggunag jawab di PBF ( Pedagang besar Farmasi. Dalam hal ini seorang yang akan bekerja di bidang ini ialah seorang yang telah dapat bekerja dan ingin terus dapat bekrja di bidang akademis, maka bisa di lanjutkan dengan menggunakan gelarnya untuk bisa menjadi seorang dosen. Apoteker juga bisa ikut serta dalam Administrasi Pelayanan Obat Di Instansi Pemerintahan, TNI, dan juga POLRI.

                 

Leave a Reply

Your email address will not be published.